Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Indikator dalam Membuat Laporan Keuangan Sederhana

 Laporan keuangan mungkin menjadi urusan yang menyita banyak waktu dan ketelitian tinggi. Beberapa orang mungkin menyerahkan laporan keuangan mereka pada orang lain karena dianggap terlalu rumit. Padahal, membuat laporan keuangan sederhana pun bisa dilakukan. Berikut langkah-langkahnya.

Kebutuhan modal kerja

Kebutuhan modal kerja meliputi sumber daya yang dibutuhkan untuk membiayai siklus operasi perusahaan.

Rumus dari kebutuhan modal kerja adalah sebagai berikut.

Kebutuhan modal kerja = aset lancar (persediaan + piutang usaha) – kewajiban lancar (utang usaha + hutang pajak + hutang sosial).

Kebutuhan modal kerja dapat diefektifkan dengan memperhatikan tiga kebutuhan strategi yaitu waktu habisnya stok, pelanggan, dan pemasok. Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui tindakan yang bisa Anda lakukan ke depannya.

Modal kerja

Modal kerja akan menentukan apakah dasar keuangan perusahaan seimbang, yaitu jika aset tetap dibiayai oleh sumber daya yang stabil. Modal kerja adalah cadangan keuangan yang akan memungkinkan perusahaan untuk membiayai operasi setiap kalinya.

Rumus dari modal kerja adalah sebagai berikut.

Modal kerja = modal permanen (ekuitas + pinjaman) – aset tetap (peralatan, bangunan, dan sebagainya).

Jika modal kerja negatif, berarti cadangan keuangan tidak mencukupi. Ini dapat dikatakan bahwa perusahaan kekurangan modal. Anda bisa menambah modal dan ekuitas.

Break Even Point (BEP)

BEP atau titik impas adalah ambang dimana pendapatan akan menutup biaya tetap Anda.  Titik impas bisa berupa bulanan, atau bahkan harian.

Rumus dari titik impas adalah sebagai berikut.

Titik impas = biaya tetap / [(omzet tidak termasuk pajak – biaya variabel) / omset tidak termasuk pajak) x 100]

Return of Investment (ROI)

Return on investment (ROI) adalah rasio laba bersih terhadap biaya.  Rasio ini akan menunjukkan hasil dari jumlah aktiva tentang efisiensi manajemen. ROI biasanya diukur dengan persentase.

ROI berfungsi untuk mengetahui nilai suatu investasi. Proses menghitungnya akan melibatkan pembagian pendapatan atau laba tahunan dengan jumlah investasi. Perusahaan menghitung ROI untuk mengukur keberhasilan suatu.

Rumus dari ROI adalah sebagai berikut.

ROI = (pendapatan investasi - biaya Investasi) / biaya Investasi x 100%

Margin kotor

Margin kotor dimaksudkan untuk menutupi biaya tetap dan biaya operasional. Tingkat margin tergantung pada aktivitas dan posisi perusahaan.

Rumus dari margin kotor adalah sebagai berikut.

Margin kotor = harga jual tidak termasuk pajak – harga biaya* (harga beli tidak termasuk pajak dalam kasus perdagangan)

Tingkat margin kotor harus ditetapkan setiap tahun dan penting untuk memantau tingkatnya secara teratur untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan atau pemberian potongan harga yang terlalu banyak.

Demikian informasi mengenai 5 indikator untuk membuat laporan keuangan sederhana. Anda bisa mencoba memulai lengkapi laporan keuangan Anda dengan instrumen tersebut.